🩷 ... Pernahkah alarm dipasang untuk bangun Tahajud. Namun, mata tetap terkunci hingga kumandang azan Subuh? Rasa bersalah sering menghampiri karena pahala besar terlewat begitu saja.
Namun, ada kabar yang melegakan, Allah ï·» menyediakan jalan lain bagi siapa saja yang belum mampu rutin bangun malam, empat amalan ringan yang pahalanya setara dengan shalat malam penuh.
*01 – ISTIMEWANYA SHALAT TAHAJUD*
Shalat Tahajud memiliki keutamaan yang luar biasa. Ia bukan sekadar ibadah tambahan, melainkan kebiasaan orang-orang saleh yang mendekatkan diri kepada Allah ï·».
Rasulullah ﷺ bersabda, ""Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam, karena shalat malam adalah …
(1) Kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, (2) pendekat kepada Tuhan kalian, (3) penghapus kejelekan, dan (4) pencegah perbuatan dosa."" (HR At-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Hakim)
Begitu besar perhatian para ulama salaf terhadap ibadah ini. Maka, saat Thawus bin Kaisan, mendapati seseorang masih terlelap menjelang Subuh, ia berkata penuh keheranan:
""Aku tidak menyangka bahwa ada orang yang tidur menjelang Subuh,"" ujarnya. (Hilyatul Auliya', Abu Nu'aim)
*02 – EMPAT AMALAN PENGGANTI DENGAN PAHALA SETARA*
Bagi yang belum terbiasa shalat malam, bukan berarti pintu keutamaan itu tertutup rapat. Ada empat amalan ringan yang bisa ditempuh dan memiliki dasar kuat dari sabda Nabi ï·º.
*Pertama*, menjaga shalat Isya dan Subuh secara berjamaah. Utsman bin Affan ra. meriwayatkan sabda Nabi ï·º.
""Siapa shalat Isya berjamaah maka dia seperti shalat setengah malam. Dan siapa yang shalat Isya dan Fajar berjamaah maka dia seperti shalat sepenuh malam."" (HR Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad)
Hanya dengan menjaga dua shalat wajib ini secara berjamaah, pahala shalat malam penuh sudah bisa diraih.
*Kedua*, mengerjakan shalat empat rakaat sebelum Zuhur. Rasulullah ï·º bersabda, ""Empat rakaat sebelum Zuhur menyamai shalat menjelang Subuh."" (Silsilah Ash-Shahihah, No. 1431)
Keutamaannya pun tidak berhenti di situ, sebab dalam riwayat lain disebutkan, ""Shalat empat rakaat sebelum Zuhur dibukakan dengannya pintu-pintu langit."" (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi)
Begitu besar perhatian Rasulullah ï·º terhadap shalat ini, hingga jika terlewat, beliau akan menggantinya setelah Zuhur.
*Ketiga*, membaca seratus ayat Al-Quran pada malam hari. Tamim Ad-Dari ra. meriwayatkan sabda Nabi ï·º.
""Siapa membaca seratus ayat Al-Quran pada malam hari, dicatat baginya pahala qiyamul lail semalam suntuk."" (HR Ahmad)
Bahkan, jika seratus ayat itu belum sempat dibaca pada malam hari, waktu antara Subuh hingga Zuhur masih terbuka sebagai penggantinya.
*Keempat*, membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah pada malam hari. Abu Mas'ud ra. meriwayatkan sabda Rasulullah ï·º.
""Siapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka keduanya telah mencukupkannya."" (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya)
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa makna ""mencukupkannya"" bisa berarti mencukupi dari shalat malam, melindungi dari gangguan setan, atau menjaga dari segala keburukan.
*03 – JANGAN BERHENTI MELANGKAH*
Keempat amalan ini menjadi bukti betapa luasnya rahmat Allah ï·» bahwa keutamaan besar tidak hanya disediakan bagi mereka yang mampu bangun di tengah malam.
Tetapi juga bagi siapa saja yang mau menjaga amalan-amalan ringan di sela-sela kesibukan hariannya.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits, ""Siapa yang berjalan menuju Allah, niscaya Allah akan mendekatinya dengan lebih cepat.""
Ingatlah, Allah ï·» tidak menilai dari seberapa besar amal yang dilakukan, melainkan dari seberapa konsisten seorang hamba menjaga langkahnya menuju-Nya.
📚 … Disarikan dari *Amalan Berpahala Seperti Shalat Malam* karya Dr. *Muhammad bin Ibrahim An-Na'im* dan lainnya."
Inspirasi Terpopuler