💧 ... Bagi orang beriman, tiada yang lebih diharapkan selain ampunan-Nya atas segala maksiat yang pernah dilakukan, walau hanya sedikit. Sebab dosa adalah sumber kehinaan dan kesusahan, baik di dunia maupun di akhirat.
Seorang saleh berkata, "Sungguh, aku sangat senang apabila Allah berkenan mengampuni satu saja dari dosa-dosaku. Walau untuk itu, aku harus disebut sebagai Abdullah (hamba Allah) bin Raustah (kotoran hewan)."
*A – SANG IMAM BESAR YANG MENGAKU BERDOSA*
Abdullah bin Mas'ud ra. adalah salah satu tokoh terkemuka di kalangan sahabat Nabi ï·º. Ia tercatat sebagai orang keenam yang masuk Islam menurut sebagian riwayat.
Ia adalah seorang imam besar bersuara merdu, zuhud, dan menjadi salah satu muhaddits serta mufassir terkemuka pada zamannya.
Karena keutamaan itulah Rasulullah ï·º pernah berkata kepadanya, "Semoga Allah mengasihimu. Engkau adalah pemuda yang dikaruniai ilmu" (Siyar A'lam An-Nubala).
Bahkan disebutkan, betisnya yang kecil kelak akan lebih berat timbangannya di Yaumul Mizan dibandingkan bukit Uhud.
Ia pula yang mendapat izin khusus menemui Rasulullah di rumahnya, dan dipercaya menyimpan rahasia-rahasia beliau.
Walau tubuhnya kecil dan ringkih, keberaniannya menyerupai singa. Dialah orang pertama yang berani membacakan Al-Quran di hadapan kaum kafir Quraisy, hingga nyaris kehilangan nyawa karenanya.
Atas semua keutamaan ini, sahabat Hudzaifah Al-Yamani ra. memujinya:
"Para mujtahid di kalangan sahabat Rasulullah ï·º telah mengetahui bahwa Abdullah bin Mas'ud termasuk orang yang paling dekat wasilahnya di sisi Allah ï·» pada hari Kiamat."
*B – KETIKA SANG IMAM JUSTRU MERASA PALING BERDOSA*
Namun, siapa sangka, tokoh sebesar ini justru berkata tentang dirinya sendiri:
"Sekiranya kalian mengetahui dosa-dosaku, niscaya setiap kali dua orang di antara kalian menginjak bekas kakiku, dia akan menaburkan debu di atas kepalaku.
Sungguh, aku sangat senang apabila Allah berkenan mengampuni satu saja dari dosa-dosaku, walau untuk itu aku harus disebut sebagai Abdullah bin Raustah."
Baginya, satu dosa yang terampuni jauh lebih berharga daripada seluruh perhiasan dunia. Ucapan ini senada dengan firman Allah ï·».
"... Tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan" (QS Ali 'Imran, 3:157).
*C – SEPULUH SEBAB TERHAPUSNYA AZAB*
Siapa pun yang ingin mengikuti jejak Ibnu Mas'ud, sepatutnya memperhatikan hal-hal yang dapat menutup datangnya azab atau akibat buruk dari maksiat yang pernah dilakukan.
Lalu, ia layak berusaha mengambil sebab-sebab itu agar Allah Al-Ghaffar berkenan mengampuni segala keburukannya.
Imam As-Suyuthi, dalam Syarh Ash-Shudur, menuliskan bahwa seorang yang bermaksiat tidak akan diazab karena salah satu dari sepuluh perkara berikut:
1. Bersegera bertobat, dan Allah ï·» menerima tobatnya.
2. Memperbanyak istighfar, dan Allah ï·» berkenan mengampuninya.
3. Melakukan aneka kebaikan atau amal saleh yang menjadi wasilah terhapusnya dosa.
4. Diberi musibah di dunia yang dengannya Allah ï·» menggugurkan kesalahannya.
5. Dihimpit di dalam kubur, yang menggugurkan dosa dan mensucikannya dari noda maksiat.
6. Didoakan dan dimintakan ampunan oleh saudaranya sesama Mukmin.
7. Mendapat kiriman pahala dari orang lain yang beriman.
8. Diuji dengan aneka kesulitan di Mahsyar, yang menggugurkan tumpukan dosanya.
9. Mendapat syafaat dari Rasulullah ï·º.
10. Mendapat rahmat langsung dari Allah ï·», Rabbnya.
Sepuluh sebab ini bukan alasan untuk meremehkan dosa, melainkan pengingat bahwa pintu ampunan Allah Azza wa Jalla jauh lebih luas daripada perkiraan siapa pun.
Layaknya Ibnu Mas'ud, semakin seseorang mengenal keagungan Allah ï·», semakin ia merasa kecil di hadapan-Nya, dan semakin besar pula harapannya akan ampunan yang tiada batas.
📚 … Disarikan dari *Amalan Penghapus Dosa* (Dr. Sayyid Husain Al-Affani) dan *Sirah Sahabat* (Dr. Abdurrahman Ra'fat Basya)
Inspirasi Terpopuler