WhatsApp Ada pertanyaan? Hubungi Kami
 
 
Kembali ke Halaman Inspirasi
Gambar Inspirasi
Eman Sulaiman, S.S.    11 May 2026

PENGUMUMAN YANG MEMBUAT SELURUH JAZIRAH ARAB BERGETAR

❤️ ... Bayangkan kita mendengar kabar bahwa orang yang paling kita cintai — yang sudah lama kita rindukan, yang ingin sekali kita menemaninya dalam perjalanan terjauh sekalipun …

Hari ini mengumumkan, "Aku akan pergi. Dan aku mengajakmu ikut bersama." Itulah yang dirasakan para sahabat, pada sebuah pagi di bulan Zulqi'dah tahun ke-10 Hijriah.

*01 – PENGUMUMAN YANG MEMBUAT HATI BERDEGUP KENCANG*

Dua puluh tiga tahun sudah Rasulullah ﷺ berdakwah. Dari tiga orang, menjadi ribuan. Dari seorang yang dianggap gila di Makkah, menjadi pemimpin yang disegani seluruh jazirah Arab.

Kini, di penghujung tugas kenabiannya, tibalah momen yang paling ditunggu. Tepat saat bulan Zulqi'dah tiba, Nabi ﷺ mengumumkan sesuatu yang membuat hati para sahabat berdegup kencang.

Apakah itu? Beliau akan menunaikan ibadah haji. Dan, Nabi yang mulia mengajak semua orang untuk pergi bersama.

*02 – KABAR YANG TERBANG LEBIH CEPAT DARI ANGIN*

Berita itu menyebar dengan cara yang tidak bisa dijelaskan oleh logika biasa. Dari Madinah, ia melompat ke setiap sudut negeri.

Dari mulut ke mulut, dari kabilah ke kabilah, dari kampung ke kampung — setiap orang yang mendengarnya langsung meninggalkan apa yang sedang dikerjakan.

Mereka berduyun-duyun datang ke Madinah, baik dengan menaiki unta ataupun berjalan kaki dengan bekal seadanya. Pria, wanita, anak-anak — semua datang karena satu alasan:

Mereka tidak ingin melewatkan kesempatan paling berharga, yaitu berhaji bersama Rasulullah ﷺ.

Dalam waktu singkat, sekitar 10.000 orang telah berkumpul di Madinah — dan jumlah itu terus bertambah setiap harinya. Kota suci ini pun nyaris tidak sanggup menampung tamu-tamunya.

Tenda-tenda darurat didirikan di sekitar Masjid Nabawi. Jalanan dipenuhi langkah kaki yang bersemangat.

*03 – MADINAH YANG TIDAK PERNAH SEINDAH ITU*

Meski penuh sesak, Madinah justru memancarkan keindahan yang belum pernah ada sebelumnya. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada yang menyakiti saudaranya.

Yang ada hanyalah ribuan manusia yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi memenuhi satu panggilan mulia — berhaji bersama nabi mereka yang tercinta.

Saat waktu shalat tiba, hadir pemandangan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Kaum Muslim mengalir deras menuju Masjid Nabawi. Bahu bertemu bahu. Shaf bertemu shaf. Hati bertemu hati.

Rasulullah ﷺ menyaksikan semua itu dengan mata kepala sendiri. Secara manusiawi, beliau tidak pernah menduga sebelumnya bahwa pemandangan seperti ini akan terwujud.

Buah dari dua puluh tiga tahun perjuangan — dari tetesan, menjadi lautan. Air mata syukur mengalir dalam diam di kalbu beliau.

*04 – SEBUAH PERPISAHAN YANG BELUM DISADARI*

Apa yang sahabat rasakan kala itu adalah kebahagiaan sempurna. Setelah 13 tahun menderita di Makkah, setelah perang Badar, Uhud, Ahzab, dan Hunain — semua pengorbanan itu kini berbuah manis.

Musuh-musuh yang dulu ingin menghancurkan Islam kini justru telah banyak yang masuk ke dalam barisan kaum muslimin.

Dan puncak dari semua itu: mereka akan berhaji bersama Rasulullah ﷺ. Wukuf di Arafah bersama beliau. Mabit di Muzdalifah bersama beliau. Melempar jumrah dan bertahallul di Mina — bersama beliau.

Yang belum mereka sadari saat itu — dan baru akan terasa pahit kemudian — adalah bahwa perjalanan ini bukan sekadar haji biasa. Inilah Haji Wada'. Haji Perpisahan.

Inilah momen terakhir Rasulullah ﷺ bersama umatnya dalam kerumunan terbesar sepanjang masa.

Beliau sendiri yang menyampaikan kata-kata perpisahan itu pada banyak kesempatan, di setiap khutbah, seolah ingin memastikan bahwa setiap pesan tersampaikan sebelum tiba waktunya pergi.

*05 – PELAJARAN DARI SEBUAH PENGUMUMAN*

Tanggal 25 Zulqi'dah tahun 10 Hijriah, rombongan agung itu pun berangkat. Ribuan pasang kaki melangkah bersama. Ribuan lisan bertalbiyah bersama. Ribuan hati bergetar bersama.

Kisah ini mengajarkan kita satu hal yang sering terlupakan: bahwa momen terbaik dalam hidup tidak datang dua kali. Para sahabat tidak menunda. Mereka tidak berkata "nanti saja, masih ada waktu."

Mereka memilih meninggalkan kampung halaman, meninggalkan kenyamanan, meninggalkan segalanya — karena mereka tahu, kesempatan seperti ini tidak akan terulang.

Dan ternyata, memang tidak terulang.

Maka, kita pun perlu bertanya kepada diri sendiri: adakah panggilan kebaikan hari ini yang sedang kita tunda-tunda, sambil berkata bahwa masih ada waktu?

Karena, kemuliaan Zulqi'dah dan Zulhijjah itu datang lagi setiap tahun — akan tetapi momen untuk menyambutnya dengan segenap hati, hanya ada selama kita masih diberi kesempatan.

📚 … Disarikan dari *Jalan Nabi 3* – Legasi Purna sang Nabi Semesta (Tim Jalan Nabi), *Atlas Haji dan Umrah* (Sami bin Abdullah Al-Maghlouth).

9 Views
Kontak Kami
Jl. Cihanjuang No.34, Cihanjuang,
Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Whatsapp Center 1
+62 857-2194-2783
Whatsapp Center 2
+62 857-2213-5737
Email
pst.tasdiqulquran@gmail.com
Yayasan Tasdiqul Quran
7224887258
Follow Us
Pesantren Tasdiqul Quran