🌀 ... Setiap hari ada tubuh yang diantar menuju liang lahat, dan setiap hari pula kuburan seolah berbisik kepada siapa pun yang mau mendengar.
Rasulullah ﷺ menggambarkan kubur sebagai tempat yang memiliki dua kemungkinan: menjadi taman dari taman-taman surga, atau sebuah lubang dari lubang-lubang neraka.
Pertanyaannya, dengan apa seorang hamba bisa mengubah liang sempit itu menjadi taman? Jawabannya telah dipersiapkan jauh sebelum ajal tiba.
01 – PENGINGAT AKAN HADIRNYA PEMUTUS KELEZATAN
Suatu ketika Rasulullah ﷺ memasuki masjid dan mendapati para jamaah sedang tertawa riang. Beliau bersabda:
"Seandainya kalian banyak mengingat sesuatu yang memutus segala kelezatan (kematian), niscaya kalian akan disibukkan oleh apa yang ditunjukkan olehnya. Maka perbanyaklah mengingatnya."
Riwayat ini, yang dinukil Imam At-Tirmidzi dan dirujuk dalam At-Targhib, juga memuat gambaran tentang kubur yang berbicara. Setiap hari kuburan berkata:
"Aku adalah tempat pengasingan, tempat kesendirian, tempat yang berisi tanah dan belatung."
Ketika seorang Mukmin dimakamkan, ia menyambutnya:
"Marhaban wa ahlan, selamat datang dan selamat berbahagia. Engkau dahulu orang yang paling kucintai di antara mereka yang berjalan di atasku."
Lalu liang itu meluas sejauh mata memandang dan dibukakan pintu menuju surga. Sebaliknya, bagi orang yang jahat, kubur berkata, "La marhaban wa la ahlan," dan menjadi tempat penghukuman.
Sejumlah ahli hadits menilai riwayat panjang ini lemah sanadnya. Karena itu, ia cukup dijadikan gambaran peringatan dan penggugah hati, bukan sebagai dasar penetapan hukum.
Adapun pokok pesannya, bahwa kubur adalah persinggahan pertama yang menentukan, sejalan dengan banyak riwayat lain yang lebih kuat.
02 – LIMA AMALAN PENYELAMAT DARI AZAB KUBUR
Imam Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah menghimpun amalan-amalan yang menyelamatkan hamba dari azab kubur. Lima di antaranya adalah sebagai berikut.
a. RIBATH
Ribath adalah berjaga di garis depan untuk menjaga kaum muslimin dari musuh. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa:
"Ribath sehari semalam lebih baik dari berpuasa dan shalat malam sebulan penuh. Jika ia meninggal, amalnya terus mengalir kepadanya, rezekinya tetap tercurah, dan ia terpelihara dari fitnah kubur." (HR Muslim)
b. MATI SYAHID
Orang yang syahid memiliki beberapa keutamaan, di antaranya adalah:
Diampuni dosanya sejak awal, diperlihatkan tempatnya di surga, dijaga dari siksa kubur, dan diberi rasa aman dari ketakutan besar pada hari kebangkitan. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
c. MEMBACA AL-QURAN
Salah satu yang disebut Rasulullah ﷺ adalah surat Al-Mulk, "Siapa membacanya setiap malam, ia akan membela pembacanya dari siksa kubur." (HR At-Tirmidzi)
Al-Quran menjadi pembela yang tak pernah absen di saat tak ada seorang pun yang dapat membela.
d. SAKIT YANG MENGGUGURKAN DOSA
Dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa orang yang meninggal karena sakit mendapat kemuliaan seperti syahid.
Artinya, di balik rasa sakit yang dijalani dengan sabar, tersimpan penggugur dosa dan kasih sayang Allah Ta'ala yang tak terlihat.
e. WAFAT PADA WAKTU YANG BAIK
Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, Allah akan menjaganya dari fitnah kubur." (HR At-Tirmidzi)
Waktu mulia ini adalah karunia, tetapi hanya Allah Ta'ala yang menentukannya, sehingga yang bisa kita usahakan adalah memuliakan setiap Jumat dengan amal.
03 – PELAJARAN BESAR UNTUK KITA
Kubur tidak menilai dari kemegahan nisan di atasnya, melainkan dari bekal yang dibawa pemiliknya. Maka, mengingat mati bukan untuk mematikan semangat, melainkan untuk menghidupkan amal.
Mulailah dari yang paling dekat, membaca Al-Mulk setiap malam, memuliakan hari Jumat, bersabar saat sakit, dan memperbanyak amal yang pahalanya terus mengalir,
Mengapa? Agar kelak tanah itu menyambut kita dengan kata yang paling kita rindukan, marhaban.
📚 … Disarikan dari *At-Tadzkirah* (Imam Al-Qurthubi), *Khutbah Ar-Rasul* (Muhammad Khalil Khathib) dan lainnya.
Inspirasi Terpopuler