WhatsApp Ada pertanyaan? Hubungi Kami
 
 
Kembali ke Halaman Inspirasi
Gambar Inspirasi
Eman Sulaiman, S.S.    29 Jun 2026

HASBUNALLĀH: KALIMAT PARA NABI DI TITIK PALING GENTING

💧 ... Ada kalimat ringkas yang terucap dari lisan Nabi Ibrahim as. saat dilemparkan ke dalam api, dan dari lisan Rasulullah ﷺ ketika kabar serangan musuh mengguncang barisan kaum Muslimin.

Kalimat yang sama, dalam dua momen paling mencekam, oleh dua nabi mulia. Kalimat itu adalah: _hasbunallāhu wa ni'mal wakīl_, cukuplah Allah sebagai sebaik-baik pelindung.

Dengan kalimat ini, seorang hamba berserah diri sepenuhnya kepada Allah ﷻ sekaligus memohon agar dijauhkan dari segala keburukan dan didekatkan kepada beragam kebaikan.

Lalu, kapankah saat yang tepat untuk mengucapkannya?

*01 – SAAT MENGHADAPI BAHAYA DAN ANEKA KESULITAN*

Ketika seseorang berhadapan dengan kegentingan, kesempitan hidup, atau aneka musibah, kalimat ini menjadi sandaran untuk memohon perlindungan dari apa yang ditakutkan.

Maka, saat tersiar kabar bahwa pasukan Quraisy akan kembali menyerang seusai perang Uhud, ucapan pertama yang keluar dari lisan para sahabat adalah _hasbunallāhu wa ni'mal wakīl_ (QS Ali 'Imrān, 3:173).

Hal serupa dilakukan Nabi Ibrahim as. Saat hendak dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrud, dengan sepenuh keyakinan beliau melafalkan kalimat yang sama.

Maka, Allah ﷻ pun menyelamatkannya, sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abbas ra. dan diabadikan dalam firman-Nya tentang api yang berubah menjadi dingin (QS Al-Anbiyā', 21:69).

*02 – SAAT MENGHARAPKAN KEBAIKAN DAN TERWUJUDNYA CITA-CITA*

Banyak orang mengira kalimat ini hanya pantas diucapkan kala susah, saat ingin lepas dari bencana atau hal-hal yang tidak diinginkan. Padahal tidak demikian.

Justru, kita dianjurkan memperbanyaknya, baik untuk menolak keburukan maupun untuk menjemput kebaikan. Dalilnya terungkap dalam surat At-Taubah ayat 59.

Yang mana, dalam ayat ini, Al-Quran berbicara tentang orang-orang yang ridha dengan pemberian Allah dan Rasul-Nya berkata:

"Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya," seraya menyatakan diri sebagai orang-orang yang berharap kepada-Nya.

Karena itu, ketika hendak keluar rumah pun, Rasulullah ﷺ mencontohkan doa yang semakna: _bismillāhi tawakkaltu 'alallāh, lā haula wa lā quwwata illā billāh._

Dengan membacanya, kita memohon pertolongan, bersandar kepada Allah ﷻ dalam segala kondisi, dan menyerahkan seluruh urusan secara total kepada-Nya.

*03 – SAAT MENOLAK MUSIBAH SEKALIGUS MENGHARAP RAHMAT*

Ada kalanya hati menghimpun dua harapan sekaligus: terhindar dari mudarat dan didatangkan rahmat. Makna ini Allah Ta'ala kumpulkan dalam firman-Nya, yaitu:

Ketika Dia memerintahkan Rasul-Nya untuk bertanya kepada kaum musyrik tentang berhala-berhala mereka:

Andai Allah hendak menimpakan mudharat, mampukah berhala itu menghilangkannya? Dan andai Allah hendak melimpahkan rahmat, sanggupkah ia menahannya?

Maka katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku, kepada-Nya bertawakal orang-orang yang berserah diri." (QS Az-Zumar, 39:38)

*PENUTUP*

Dengan, dalam keadaan apa pun, baik kala mengharap rahmat maupun saat menjaga diri dari musibah, tiada kalimat yang lebih layak kita ucapkan selain …

Hasbiyallāh, hasbunallāh, atau kalimat yang semakna dengannya.

Sebab pada hakikatnya, hati yang bersandar penuh kepada Allah ﷻ tidak akan pernah benar-benar sendirian. Cukuplah Allah, dan Dia sebaik-baik pelindung.

📚 … Disarikan dari tausiyah Syaikh Prof. Dr. *Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr* dan sumber lainnya.

2 Views
Kontak Kami
Jl. Cihanjuang No.34, Cihanjuang,
Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Whatsapp Center 1
+62 857-2194-2783
Whatsapp Center 2
+62 857-2213-5737
Email
pst.tasdiqulquran@gmail.com
Yayasan Tasdiqul Quran
7224887258
Follow Us
Pesantren Tasdiqul Quran